Program Kerja ke Jepang

Lihat program lengkap dan perbandingannya melalui ISO Jepang

Lihat Program Lengkap
Magang Jepang

Magang Jepang / TITP

  • Durasi Pelatihan: 3-6 bulan
  • Durasi Bekerja: 1-3 tahun
  • Gaji di Jepang: 9-18 jt
  • Min. SMA/SMK Sederajat
Detail Magang
SSW

Tokutei Ginou / SSW

  • Durasi Pelatihan: 1-4 bulan
  • Durasi Bekerja: 3-5 tahun
  • Gaji di Jepang: 15-30 jt
  • Min. SMA/SMK, SSW Test, JFT-A2
Detail SSW
ISO Jepang

📍Lokasi Kami

🏢 Depok
Jl. Pedurenan Depok No.7A, Cisalak Ps., Kec. Cimanggis, Depok 16452
🏢 Cibinong
Jl. Kp. Pedurenan No.136, RT.2/RW.3, Pabuaran, Cibinong, Bogor 16916
🏢 Cilacap
Jl. Urip Sumoharjo No.9, Cilumpang, Gumilir, Cilacap Utara 53274
🏢 Bandung
Jl. Villa Bandung Indah, Cileunyi Kulon, Cileunyi, Bandung 40622

Disnaker Cirebon dan ISO Jepang Teken PKS, 75 Peserta Terima Banprog untuk Kerja ke Jepang

Artikel
berita

Pertanyaan Yang Sering Diajukan

Pertanyaan yang Sering Diajukan Ke Kami Terkait Prosedur, Dokumen, Seleksi, Dan Lainnya.

Daftar Isi

Artikel

Depok, 9 April 2026 — ISO Jepang bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cirebon resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dirangkaikan dengan pemberian Bantuan Program (Banprog) kepada calon peserta program pelatihan dan penempatan kerja ke Jepang.

Kegiatan yang dilaksanakan di Cirebon ini menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di pasar global.

Melalui kerja sama ini, sebanyak 75 peserta ditetapkan sebagai penerima Banprog yang akan memperoleh dukungan pembiayaan penuh untuk mengikuti rangkaian program, mulai dari pelatihan bahasa Jepang, pembekalan budaya kerja, hingga peningkatan keterampilan teknis sesuai kebutuhan industri di Jepang.

Perwakilan dari ISO Jepang menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan tenaga kerja yang tidak hanya siap secara kompetensi, tetapi juga memiliki mental dan etos kerja sesuai standar Jepang.
“Program ini bukan hanya tentang pemberangkatan, tetapi tentang membangun kualitas SDM yang unggul dan siap bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cirebon menegaskan bahwa Banprog ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah dalam membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami berharap program ini dapat menjadi solusi nyata dalam mengurangi pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Program Banprog ini diharapkan mampu mengurangi hambatan finansial yang selama ini menjadi tantangan utama bagi calon peserta. Dengan adanya dukungan ini, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengikuti program secara optimal hingga tahap penempatan kerja di Jepang.

Ke depan, sinergi antara ISO Jepang dan Pemerintah Kabupaten Cirebon ini diharapkan dapat terus berlanjut dan diperluas, sehingga semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang mampu berkarier di luar negeri secara aman, profesional, dan bermartabat..

Data menunjukkan tren peningkatan signifikan penempatan PMI ke Jepang, dari 53.000 pada Desember 2024 menjadi 87.000 pada Desember 2025, atau meningkat sebesar 62% dalam satu tahun. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat dalam penyediaan tenaga kerja terampil ke Jepang.

Selain memberikan dampak sosial, program ini juga diproyeksikan memberikan kontribusi ekonomi besar dengan potensi mencapai Rp440 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dalam lima tahun ke depan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan BUMN dengan PT Multi Lintas Buana Raya sebagai penggerak pemberangkatan dan ISO Jepang sebagai pusat pelatihan sampai pelepasan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempercepat realisasi Indonesia sebagai pusat talenta global yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.