Program Kerja ke Jepang

Lihat program lengkap dan perbandingannya melalui ISO Jepang

Lihat Program Lengkap
Magang Jepang

Magang Jepang / TITP

  • Durasi Pelatihan: 3-6 bulan
  • Durasi Bekerja: 1-3 tahun
  • Gaji di Jepang: 9-18 jt
  • Min. SMA/SMK Sederajat
Detail Magang
SSW

Tokutei Ginou / SSW

  • Durasi Pelatihan: 1-4 bulan
  • Durasi Bekerja: 3-5 tahun
  • Gaji di Jepang: 15-30 jt
  • Min. SMA/SMK, SSW Test, JFT-A2
Detail SSW
ISO Jepang

📍Lokasi Kami

🏢 Depok
Jl. Pedurenan Depok No.7A, Cisalak Ps., Kec. Cimanggis, Depok 16452
🏢 Cibinong
Jl. Kp. Pedurenan No.136, RT.2/RW.3, Pabuaran, Cibinong, Bogor 16916
🏢 Cilacap
Jl. Urip Sumoharjo No.9, Cilumpang, Gumilir, Cilacap Utara 53274
🏢 Bandung
Jl. Villa Bandung Indah, Cileunyi Kulon, Cileunyi, Bandung 40622

ISO Jepang Hadirkan Doorprize Menarik dan Semangat Baru dalam Job Fair Hybrid Inklusi 2025 Kabupaten Cirebon

Artikel
berita

Pertanyaan Yang Sering Diajukan

Pertanyaan yang Sering Diajukan Ke Kami Terkait Prosedur, Dokumen, Seleksi, Dan Lainnya.

Daftar Isi

Artikel

CIREBON, 11 November 2025 – Yayasan Dewa Aksara Nusantara – ISO Jepang turut memeriahkan Job Fair Hybrid Inklusi 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon di Balai Latihan Kerja (BLK) Plumbon. Sebagai mitra strategis program pelatihan dan penempatan kerja ke Jepang, ISO Jepang tidak hanya membuka booth rekrutmen, tetapi juga menghadirkan doorprize menarik berupa sepeda listrik, Televisi, smartphone, dan smartwatch untuk pengunjung yang antusias mengikuti program kerja ke negeri sakura.

Kehadiran ISO Jepang dalam Job Fair kali ini menjadi sorotan khusus, terutama dengan interaksi langsung yang dilakukan oleh Asep Listiyanto, Ketua Yayasan Dewa Aksara Nusantara, bersama para pengunjung. Bahkan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag, sempat mengunjungi booth ISO Jepang dan memberikan apresiasi kepada pengunjung yang mampu memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang secara langsung.

“Alhamdulillahirrobbilalamin, per 2025 ini ada teman-teman dari Kabupaten Cirebon yang kita jembatani agar mereka bisa berkarir di negeri sakura. Chance-nya gede banget untuk generasi muda. Jepang saat ini membutuhkan 820.000 pekerja asing, dan baru terserap 20% saja. Ini kesempatan besar buat teman-teman muda yang pengen berkarir di dunia global,” ungkap Asep Listiyanto di hadapan ratusan pencari kerja yang memadati booth ISO Jepang.

Mitra Strategis Penempatan Kerja ke Jepang

ISO Jepang hadir sebagai salah satu dari 4 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan P3MI yang berpartisipasi dalam Job Fair 2025, khusus membuka peluang kerja ke luar negeri, terutama Jepang. Dalam kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon yang telah ditandatangani melalui MoU pada pertengahan 2025, ISO Jepang berkomitmen memberikan pelatihan bahasa Jepang, pemahaman budaya, hingga etos kerja bagi masyarakat Cirebon yang ingin berkarir di negeri sakura.

“Nanti tahun depan Insya Allah kita masih ada program pemerintah yang fasilitasi pelatihan bahasa Jepang, pemahaman budaya, hingga etos kerja. Program ini merupakan komitmen bersama antara Pemkab Cirebon dan ISO Jepang untuk terus membuka peluang kerja global bagi masyarakat,” jelas Asep Listiyanto saat mengumumkan pemenang doorprize.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, S.STP., M.Si, turut mengapresiasi kehadiran ISO Jepang. “Job Fair Hybrid Inklusi ini merupakan transisi dari sistem manual ke online. Semua berkas lamaran disampaikan melalui softfile, tidak ada lagi membawa berkas fisik. Kehadiran mitra seperti ISO Jepang sangat membantu memberikan alternatif peluang kerja yang lebih luas, terutama ke luar negeri,” ujarnya.

Interaksi Langsung dan Tes Bahasa Jepang Spontan

Salah satu momen paling berkesan dalam Job Fair ini adalah ketika Bupati Cirebon mengunjungi booth ISO Jepang dan langsung memberikan tantangan kepada para pengunjung untuk memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang. Beberapa pengunjung yang berani tampil dan mampu berbahasa Jepang langsung mendapatkan hadiah dari Bupati sebagai bentuk apresiasi.

“Kami dorong anak-anak muda untuk dibekali dengan keahlian. Tadi juga ada program pengiriman tenaga kerja ke Jepang, tapi tentu harus memenuhi syarat, seperti bisa berbahasa Jepang dan memahami budaya kerja di sana. Program itu bahkan gratis,” tegas Bupati Imron dalam sambutannya.

Wahyu, salah satu pemenang doorprize dari ISO Jepang, mengaku datang paling pagi ke lokasi Job Fair dan langsung tertarik mengunjungi booth ISO Jepang. “Saya mau kerja di luar negeri, dan tertarik dengan program ISO Jepang. Apalagi ada program gratis dari pemerintah, ini kesempatan besar,” ujar Wahyu yang berasal dari Tengah Tani.

Peluang Karir Global dengan Gaji Kompetitif

ISO Jepang menawarkan dua program utama untuk penempatan kerja ke Jepang: Specified Skilled Worker (SSW) dengan kontrak kerja 1-5 tahun dan gaji 12-25 juta rupiah per bulan, serta Program Magang Jepang (TITP) dengan durasi 1-3 tahun dan gaji 9-18 juta rupiah per bulan. Kedua program ini dilengkapi dengan pelatihan bahasa Jepang, pemahaman budaya kerja, serta fasilitas asrama, buku panduan, seragam, dan sertifikat penghargaan.

“Tinggal teman-teman mulai untuk belajar bahasa Jepang, kemudian tumbuhkan motivasinya. Insya Allah kita bisa bantu untuk jembatani bisa berangkat ke negeri sakura,” tambah Asep Listiyanto yang juga menjadi MC dalam acara pengundian doorprize.

Harapan Memperkuat Kerja Sama ISO Jepang dan Pemkab Cirebon

Kehadiran ISO Jepang dalam Job Fair Hybrid Inklusi 2025 memberikan warna baru dalam upaya pengentasan pengangguran di Kabupaten Cirebon. Dengan membuka peluang kerja ke luar negeri yang aman, legal, dan terpercaya, ISO Jepang turut berkontribusi dalam menurunkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang saat ini berada di angka 6,74 persen atau 84.990 orang.

Antusiasme pencari kerja yang memadati booth ISO Jepang sepanjang hari menunjukkan tingginya minat generasi muda Cirebon untuk berkarir di Jepang. Sistem pendaftaran online yang diterapkan dalam Job Fair ini juga mempermudah proses rekrutmen, di mana calon peserta cukup mengisi formulir dan mengunggah dokumen melalui platform digital tanpa perlu membawa berkas fisik.

“Kami berharap kerjasama antara ISO Jepang dan Pemerintah Kabupaten Cirebon semakin kuat dan berkelanjutan. Kabupaten Cirebon merupakan salah satu kantong Pekerja Migran Indonesia terbesar, dan ini menjadi prioritas kami dalam program pemetaan potensi supply untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Program ini bukan hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga membekali generasi muda dengan keterampilan internasional yang akan berguna ketika mereka kembali ke tanah air,” pungkas Asep Listiyanto.

Tentang Yayasan Dewa Aksara Nusantara (ISO Jepang)

Yayasan Dewa Aksara Nusantara (ISO Jepang) adalah pusat lembaga pelatihan bahasa, budaya, dan etos kerja Jepang secara online dan offline. Sebagai bagian dari Bersama Corporation, ISO Jepang bekerja sama dengan Sending Organization (SO) LPPR Indonesia dan Aiko Indonesia, serta Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) PT. Multi Lintas Buana Raya yang resmi untuk pemberangkatan peserta ke Jepang.

ISO Jepang telah bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, serta telah melakukan banyak kerja sama dengan berbagai pemerintahan daerah di Indonesia sebagai upaya memberantas kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat. Dengan pelatihan dan kelas diklat yang diberikan, peserta tidak hanya belajar bahasa Jepang, tetapi juga memahami budaya dan etos kerja, serta mendapat dukungan penuh dalam proses keberangkatan dan penempatan kerja di Jepang.

Informasi Lebih Lanjut

Untuk informasi mengenai program pelatihan dan penempatan kerja ke Jepang, masyarakat dapat menghubungi:

Yayasan Dewa Aksara Nusantara (ISO Jepang)

  • Website: https://isojepang.com
  • Email: isojepang@gmail.com
  • WhatsApp: +62 811-1013-2627
  • Instagram: @isojepang
  • TikTok: @isojepangofficial
  • Facebook: ISO Jepang
  • LinkedIn: ISO Jepang